Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juni 2008

RENUNGAN

NILAI SEBUAH TANTANGAN

Dalam sebuah seminar, seorang motivator terkenal memulainya dengan mengeluarkan sehelai uang Rp.100.000,-. Ia mengangkat uang tersebut tinggi-tinggi, sambil mengajukan sebuah pertanyaan kepada lebih dari 2.000 peserta seminar. "Siapa yang menginginkan uang ini?"

Tak ayal sebagian besar peserta mengacungkan tangan.

Motivator tersebut melanjutkan kalimatnya, "Baik! Saya akan memberikan uang ini kepada salah satu diantara Anda. Tetapi sebelum itu saya akan melakukan sesuatu."

Motivator tersebut menggulung uang kertas itu. Sekali lagi ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang masih menginginkan uang ini?" Tak berbeda dengan sebelumnya, hampir semua peserta seminar tersebut mengacungkan tangan, pertanda mereka masih menginginkan uang itu.

Melihat respon peserta yang tidak berubah, motivator tersebut kemudian menginjak-injak uang tersebut dengan kaki kanan lalu dengan kaki kiri. Setelah uang itu menjadi kotor dan lecek, ia kembali bertanya, "Apakah masih ada yang mengingkan uang ini?"

Masih sama dengan sebelumnya, hampir semua peserta mengacungkan tangan. Kemudian dia berkata, "Saudaraku sekalian, dari peragaan tadi saya hanya ingin menunjukkan bahwa siapun ingin memiliki uang itu. Bagaimanapun kondisi uang tersebut tidak akan menurunkan nilainya dari Rp. 100.000,-"

Renungan buat kita:

Kisah tersebut menerangkan sebuah kebenaran bahwa kehidupan ini memang sulit.
Setiap hari kita menghadapi tantangan kecil, sedang, berat, hingga sangat berat. Tetapi pada dasarnya tantangan kehidupan tidak mengurangi nilai kita sebagai manusia. Sebaliknya tantangan kehidupan sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai diri kita.

"The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy. - Nilai seorang manusia tidak dapat diukur disaat ia berada di zona nyaman, melainkan bagaimana ia menghadapi tantangan dan kontroversi," kata Martin Luther King Jr.

Tetapi sangat banyak diantara kita yang hanya mengeluhkan kehidupan yang penuh dengan tantangan. Kita sering lupa bahwa kita harus belajar sesuatu dari tantangan demi tantangan yang biasa kita hadapi….
rasa lelah, sakit (fisik dan psikis), kecewa karena gajian selalu terlambat….. dan sulitnya perjuangan kita untuk hidup lebih layak. Saudaraku..... jika perjalanan hidup kita di dunia ini berjalan demikian sempurna, maka kita tidak akan dapat belajar hal baru atau mendapatkan semangat lebih besar untuk berbuat lebih baik dan meningkatkan nilai diri kita sebagai manusia.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita dalam meningkatkan semangat hidup dan selalu siap menyambut tantangan berikutnya.... amin.

Kamis, 26 Juni 2008

FILOSOFI SEMUT

Seberapa penting filosofi semut Anda terapkan di tempat kerja Anda? Konsep dari filosofi itu sendiri itu memang sederhana, namun sangat hebat untuk Anda terapkan. Ingin tahu? Pakar karir, Jim Rohn dalam pandangannya punya argumen tentang filosofi semut itu sendiri. Semut mempunyai empat filosofi yang luar biasa yaitu:

1. Semut tidak pernah menyerah

Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan Anda.

2. Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin

Ini adalah cara pandang yang penting. Anda tidak boleh menjadi begitu naïf dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas anda harus memikirkan tentang halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu anda menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan.

3. Semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas

Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, “Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini.” Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.

4. Seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk persiapan musim dingin mereka? Semampu mereka!

Filosofi yang luar biasa, filosofi “semampu mereka”.

Dengan kata lain bila Anda ingin meneladani filosofi semut maka sebaiknya Anda:

Jangan menyerah.

Lihatlah ke depan.

Bersikaplah positif.

Lakukan sekuat tenaga Anda.

Demi kesuksesan Anda, cobalah bekerja dengan filosofi semut. Anda setuju?

Sumber : ES-HA

Pengen senyum dikulum.. liat di sini

Rabu, 25 Juni 2008

MANAJEMEN MASALAH

Tulisan ini saya copy dari blognya teman “es-ha” dan sengaja saya posting buat temen2 Konsultan yang biasa banyak masalah.

Bukan beban berat yang membut kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut (Stephen Covey)

Pada saat memberikan kuliah tentang manajemen stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya


“Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”


Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya,tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.


“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah.

Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit.

Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.

Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”


“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.

“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.


Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan bebanpekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.


Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!!
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.


Start the day with smile and have a good day……..