Tampilkan postingan dengan label Senyum Dikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senyum Dikulum. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2008

Fasilitator NgGratil

Seorang Fasilitator di tingkat kabupaten yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toliet, selalu saja toilet itu terisi.

Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan Fasilitator tadi untuk menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toliet tersebut.

Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf "WW" .."WA".."PP".."ATR"... Karena penasaran, Fasilitator tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu.

Dengan hati-hati ia menekan tombol "WW" dan seketika air hangat menyemprot pantatnya...dalam hati ia berkata "Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat...) untuk cebok.....wah enak ya perempuan kalau ke toliet"

Karena ia masih penasaran, lalu ia mencoba menekan tombol "WA"....dan seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah... "Aha..." ia berpikir "Tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama di dalam toilet dengan pelayanan seperti ini...!!"

Lalu ia menekan tombol "PP" dengan sangat berhati hati sambil mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus..... "oo...Man...this is great...!!! sangat hebat pelayanan seperti ini !!!" ia berkata dalam hati...

kemudian ia menekan tombol "ATR"......... !!!!????

Tahu-tahu ia bangun dan tersadar di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus...ia sangat heran..lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas..ia menerangkan bahwa yang ia ingat adalah ia sedang berada didalam toilet wanita di dalam pesawat.

Sang perawat kemudian menjelaskan.."Ya...anda pasti sedang menikmati pelayanan di pesawat yang ditujukan untuk perempuan... sampai ketika anda menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (pelepas pembalut otomatis).....dan buah zakar anda tertarik lepas oleh alat itu...."

TYPE FASILITATOR BERDASARKAN PIPISNYA

“amati cara pipis teman anda….”


Fasilitator Pemalu:
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, pipisnya tidak keluar, tapi pura-pura menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.

Fasilitator Malu-maluin:
Pipis di celana

Fasilitator Ramah :
Ngajak ngobrol sambil pipis, sampe temennya gak bisa pipis.

Fasilitator Percaya Diri:
Habis pipis, anunya dibawa jalan-jalan ke wastafel, trus cebok di wastafel.

Fasilitator Pelupa :
Sudah pipis, keluar toilet, buru-buru balik lagi, karena masih pingin pipis beberapa tetes lagi.

Fasilitator Dermawan:
Pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar.

Fasilitator Pelit :
Kalau buang air besar di WC Umum, ngakunya pipis (biar bayar murah)

Fasilitator Suka Melamun:
Membuka kancing leher kemeja, mengeluarkan dasinya, lalu pipis di celana.

Fasilitator Efisien:
Meskipun sudah waktunya pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu yang sama.

Fasilitator Pemabuk:
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana.

Fasilitator Palsu :
Pipis di toilet cewek!

Fasilitator Edan:
Makai celana yang abis dipipisin.

Fasilitator Sarap :
Pakai celana yang habis dipipisin, tapi dicium dulu, kali-kali aja baunya sudah jadi bau parfum

Fasilitator Kreatif :
Kalau pipis kakinya diangkat satu...

Fasilitator Irit :
Kagak pernah pipis seumur-umur.

Fasilitator Nekad:
Suka "mipisin" isteri tetangga.

Fasilitator Funky :
Pipis di tempat umum.

Fasilitator Sial :
Maunya pipis air, yang keluar malah batu.

Fasilitator Enjoy:
Pipis sambil merem-melek.

Fasilitator Hemat Waktu
Cuma buka resleting, dikeluarin, terus langsung pipis.

Fasilitator Moody :
Biasa pake pampers ...hehehe...

Fasilitator Kurang Ajar :
Lagi pipis... He kentut... Pura- pura cuek lagi!

Fasilitator Buta Huruf:
Di urinoir sudah Ada tulisan "RUSAK" ... He ... Masih dipipisin juga.

Fasilitator Turunan Kucing :
Nggak bisa liat barang baru, diendus-endus, trus dipipisin.

Fasilitator Sabar :
Nungguin air cebok gak keluar-keluar, manteeeng aja di urinoir.

Fasilitator Hip-hop :
Pipis sambil kejang-kejang breakdance.

Fasilitator Pembenci:
Sesudah pipis trus ngeludahin pipisnya.

Fasilitator Gaya:
Pipisnya sambil tangan yang satu tolak pinggang.
Fasilitator Arogan :
Pipisnya sambil tangan dua-duanya tolak pinggang.

Fasilitator Komunikatif :
Pipis sambil ketik SMS.

Fasilitator Sibuk:
Selalu nunggu sampe kebelet bangeeet..., trus terbirit-birit ke toilet.

Fasilitator Belum Dewasa:
Pipisnya belum bisa lempeng.

Fasilitator Romantis :
Pipisnya sambil mendesah ahh...

Fasilitator enggak Ada kerjaan:
Pipis sambil baca email.

Fasilitator cuek ,
Abis pipis, risleting nggak ditutup, celana nggak di kancing

Fasilitator cool,
Pipis di kulkas

Fasilitator licik ,
Pipis di dalam kolam renang

Fasilitator berani ,
Pipisin kolam renang dari atas pinggir kolam

Fasilitator hangat ,
Pipis deket kompor

Fasilitator buaya ,
Pipis sambil tengkurep

Fasilitator hati-hati ,
Pipisnya dikeluarin pelan-pelan (takut bunyi)

Fasilitator tukang nyontek ,
Kalo pipis di toilet umum, suka liatin punya tetangga sebelahnya

Fasilitator sia-sia ,
Pas kebelet pipis, buru-buru lari ke toilet, belum sempet buka celana udah pipis di celana duluan

Fasilitator percaya diri ,
Kalo pipis kepalanya tegak, sambil liat ke depan

Fasilitator penghibur ,
Kalo pipis sambil bersiul ato menyanyi

Fasilitator ilmuwan ,
Tiap kali pipis, sebagian pipisnya selalu disisihkan sbg sampel utk diteliti

Fasilitator sensitif ,
Baru minum sedikit udah kebelet pipis

Fasilitator jantan ,
Tiap abis pipis selalu berkokok

Fasilitator sial,
Lagi pipis, kepingin kentut yang keluar BAB...

Fasilitator boros,
Minum sedikit, pipisnya banyak

Fasilitator bisnis,
Pipisnya bisa dijual

Fasilitator hobi berkebun,
Pipisnya di kebun, biar subur katanya

Fasilitator petualang 1,
Pipisnya dibotol aqua

Fasilitator petualang 2,
Pipis pagi di bogor, Pipis siang di Jakarta, Pipis malam di bandung

Fasilitator pemimpi
Mimpi pingin pipis, Dan dikeluarin di tempat tidur

Sumbangan Terbesar untuk Rakyat Indonesia

Kunjungan singkat Soeharto ke beberapa desa di Sulawesi Selatan menyenangkan hati bagi pemimpin yang sudah berkuasa 30 tahun itu. Masyarakat desa setempat menyambutnya dengan meriah. Umbul-umbul dipasang di jalan-jalan desa, bendera merah putih dikibarkan di setiap sudut desa. Tak lupa spanduk-spanduk yang berisi puji-pujian bagi Bapak Pembangunan ini bertebaran dimana-mana.

Soeharto benar-benar terharu. "Lihat, rakyat Indonesia masih mencintai saya," katanya kepada Mensesneg Moerdiono yang setia mendampinginya

Singkat cerita, kunjungan berakhir membahagiakan. Soeharto bersama rombongan yang terdiri atas Mbak Tutut, Titiek Prabowo, Bob Hasan dan Moerdiono terbang dengan helikopter meninggalkan desa tersebut.

Di atas sebuah desa yang dilihat dari udara tampak miskin, Soeharto tampak tertegun. Di bawah tampak pemandangan ratusan warga desa melambai-lambaikan tangan menyambut heli rombongan Presiden yang berkenan melintas di atas desa mereka.

"Kasihan, miskin sekali desa itu," kata Soeharto.

Lalu ia mengeluarkan uang pecahan Rp 50 ribu yang bergambar dirinya. Ketika ia hendak melemparkannya, Mbak Tutut mencegahnya. "Biarlah saya tukar dengan pecahan puluhan ribu agar ada lima orang yang bergembira menerimanya," kata Mbak Tutut.

Titiek Prabowo yang mendengar usulan brilyan kakaknya itu segera menukas, "Kalau begitu saya tukarnya dengan pecahan lima ribuan agar ada sepuluh orang yang bergembira menerimanya."

Bob Hasan pun ikut memberi usul. "Biarlah saya tukar saja dengan pecahan seribu agar ada lima puluh orang yang bergembira menerimanya," kata konglomerat yang punya prestasi dibidang pembabatan hutan Indonesia itu.

Soeharto pun hanya manggut-manggut. Namun Moerdiono yang sejak tadi nampak jengkel kemudian memberi usulan pada Soeharto.

"Mengapa bukan Bapak Presiden saja yang dilempar ke luar, agar ada 200 juta orang yang bergembira?"